TENTANG AKU

My photo
Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia
Showing posts with label Cerpen Fiksi. Show all posts
Showing posts with label Cerpen Fiksi. Show all posts

Monday, 18 February 2019

NAMAKU SHANTI


"Hey,  namaku Shanti!"
"Mau ke Bandung, Mas?"
"Panas ya Cikampek, ....?"

Irwan masih termenung sendirian di kamar kost-nya. Sapaan yang mengagetkan itu masih terngiang di telinganya. Pikirannya masih melayang teringat peristiwa pertemuannya sekitar seminggu yang lalu dengan Shanti di elf jurusan Cikampek-Bandung. Senyum manis Shanti dan lembut telapak tangannya saat bersalaman masih terasa dan terus mengganggunya.

 "Mas, kuliah ya di Bandung?" tanya Shanti lagi.
"Ah enggak, aku turun di pasar jum'at kok. Aku gak ke Bandung" jawab Irwan sedikit grogi.
"Tinggal di Purwakarta, Mas?" selidik Shanti.
"Iya. Eh hampir lupa, .perkenalkan, aku Irwan" sambungnya memberanikan diri sambil mengulurkan tangan.
"Maaf mbak dari mana dan mau kemana?" tanya Irwan sambil merapihkan posisi duduknya.
"Aku mau pulang ke Bandung, Mas. Habis main dari rumah teman di Cikampek" jelas Shanti.

Tuesday, 22 January 2019

KETIKA CINTA TAK SALING MEMILIKI

Sepeda motor yang ditumpangi sepasang remaja itu berhenti di jalan setapak menuju ke arah danau. Setelah motor terparkir di tempat yang aman, mereka berjalan menuju pinggir danau dan duduk bersama di semak-semak. Sepintas tampak romantis sekali. Untuk beberapa saat lamanya, tak terdengar sepatah kata pun terucap dari mulut mereka. Suasana begitu kaku. Sesekali terdengar kicau burung di dahan pohon.

Monday, 31 December 2018

DI BALIK HUJAN, ADA RINDU


Sore itu langit bak menangis tak henti-hentinya. Air hujan bagaikan tumpah dari langit begitu saja. 
Sesekali kilatan petir terpantul lewat jendela kaca kamarku. Sambil berselimutkan sarung, pandanganku menerobos keluar. Menembus derasnya hujan.
Anganku. Ya, anganku menemuimu di seberang sana. Di sebuah rumah berpagar bambu. Kuyakin kaupun menunggu kehadiranku walau dalam angan. Tak peduli hujan badai sekalipun. Aku dan kau tak kuasa menahan rindu.

Oh dinda lestariku, apakah kau baik-baik di sana? Getar hati ini tak mungkin kubohongi. Ada cinta yang tumbuh begitu dasyat. Mekar tersiram derasnya air hujan. Bertahan dari terpaan angin yang beranjak menuju temaram.

Saturday, 10 November 2018

HIDUP INI PERJUANGAN, JENDERAL ...!

"Di mana ada kemauan, di situ ada jalan."
Ini adalah salah satu kalimat peribahasa yang kuat melekat di hatiku. Terutama sebagai penguat di saat hati sedang galau karena beratnya kebutuhan hidup yang menuntut kerja ekstra keras agar bisa survive dari kenyataan.


Sebagai masyarakat yang hidup di level bawah, jauh dari cukup atau lebih tepat taraf hidup kekurangan, tidaklah mudah bagiku untuk memiliki sebuah sepedah motor, misalnya. Walaupun di saat sekarang penawaran kredit kepemilikan sepeda motor baik yang masih baru ataupun motor bekas (mokas) banyak ditemukan di sekitar kita. Untuk biaya keperluan hidup sehari-hari saja sering tidak mencukupi. Maklumlah aku hanya seorang penjual sayuran keliling dengan tanggungan 3 orang anak. Sementara istriku sudah tiada, sekitar 5 tahun yang lalu meninggalkan kami karena sakit.